Batusangkar – Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menerima kunjungan Tim Asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Bidang Ilmu Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi (LAMSPAK) dalam rangka pelaksanaan asesmen lapangan, yang berlangsung selama tiga hari, Kamis–Sabtu (5–7/2/2026), bertempat di Gedung GKT Kampus II.
Asesmen lapangan ini menjadi tahapan strategis bagi Prodi IPII dalam upaya meraih akreditasi unggul, sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola akademik, pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, serta penguatan identitas keilmuan perpustakaan dan informasi Islam di tingkat nasional. Saat ini, lebih dari separuh program studi di UIN Mahmud Yunus Batusangkar telah berstatus unggul, dan Prodi IPII menjadi salah satu motor penguatan mutu tersebut.
Dua asesor yang hadir langsung dalam asesmen lapangan ini adalah Jonner Hasugian dan Maria F. Lies Ambarwati. Kehadiran keduanya disambut langsung oleh pimpinan universitas, fakultas, serta seluruh sivitas akademika Prodi IPII sebagai unit pelaksana utama kegiatan.
Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Delmus Puneri Salim, dalam sambutannya menegaskan bahwa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam memiliki posisi strategis dan prospek keilmuan yang sangat menjanjikan, terutama dalam menghadapi era transformasi digital, pengelolaan pengetahuan, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam ekosistem informasi.
“Ilmu perpustakaan dan informasi Islam bukan hanya berbicara tentang pengelolaan koleksi, tetapi tentang membangun peradaban berbasis literasi, data, dan nilai. Oleh karena itu, akreditasi unggul merupakan target yang rasional dan layak bagi Prodi IPII,” tegas Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa asesmen lapangan ini dipandang sebagai bagian dari proses peningkatan mutu berkelanjutan, bukan sekadar pemenuhan administrasi. Penguatan sumber daya manusia, pengembangan kurikulum adaptif, peningkatan kualitas riset, serta perluasan jejaring kelembagaan menjadi agenda prioritas pengembangan Prodi IPII ke depan.
Asesmen lapangan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan fakultas, di antaranya Wakil Rektor I, II, dan III, Kepala Biro Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan, para dekan di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, serta Dekan FUAD beserta seluruh pimpinan fakultas dan program studi yang secara langsung mendukung pelaksanaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Prof. Jonner Hasugian menyampaikan bahwa asesmen lapangan bertujuan untuk menilai secara komprehensif kesesuaian antara dokumen akreditasi dengan praktik nyata yang dijalankan oleh program studi. Ia menekankan pentingnya konsistensi visi keilmuan, implementasi tridharma, serta tata kelola akademik yang berkelanjutan.
Sementara itu, Dr. Maria F. Lies Ambarwati mengapresiasi kesiapan Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam serta dukungan penuh pimpinan universitas dan fakultas. Menurutnya, keterlibatan aktif pimpinan menjadi indikator penting bagi keberlanjutan mutu dan pengembangan program studi di masa mendatang.
Melalui asesmen lapangan ini, Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam menegaskan komitmennya untuk terus membangun budaya mutu, memperkuat daya saing akademik, serta mengokohkan peran keilmuan perpustakaan dan informasi Islam dalam menjawab tantangan literasi dan pengelolaan informasi di tingkat nasional maupun global.
(Admin IPII)