Padang Panjang — Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana di Sumatra Barat mendapat ruang penting melalui pelaksanaan International Collaborative Workshop yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Bekerja sama dengan STAI Imam Bonjol Padang Panjang dan Patani Muslim Students Association dari Thailand Selatan, kegiatan yang berlangsung pada 8–9 Desember 2025 di Aula Utama STAI Imam Bonjol ini mengangkat tema “Collaborative Problem Solving Challenge.” Kehadiran peserta dari berbagai latar belakang akademik menjadikan suasana workshop penuh dinamika dan diskusi yang konstruktif.

Workshop ini menjadi respons atas meningkatnya frekuensi bencana di Sumatra Barat yang dalam beberapa bulan terakhir dilanda banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang. Kondisi tersebut menegaskan perlunya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemahaman manajemen risiko yang lebih kuat, serta kolaborasi lintas kelembagaan dan wilayah. Kehadiran delegasi mahasiswa dari Thailand Selatan menambah dimensi internasional dalam kegiatan ini, sekaligus memperluas perspektif peserta tentang penanganan bencana di berbagai konteks sosial.

Selama dua hari pelaksanaan, tiga narasumber ahli memberikan materi mendalam yang mencakup manajemen bencana, pola operasi penyelamatan, hingga pengelolaan relawan. Dedi Abdul Kadir, perwakilan lembaga masyarakat Sumatra Barat, menekankan pentingnya strategi mitigasi berbasis komunitas. Dody S. dari BPBD Tanah Datar menjelaskan sistem kerja penyelamatan yang harus dilakukan secara terarah dan terkoordinasi, terutama di wilayah rawan bencana. Sementara itu, Doni R. dari Padang Panjang menguraikan bagaimana relawan bencana perlu dikelola dengan baik agar mampu memberikan kontribusi signifikan pada setiap tahap penanganan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua STAI Imam Bonjol Padang Panjang, Dr. Asrizallis, S.Sos., M.Pd.I., MM., MH., M.Sn., M.Si., M.Sos., yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kerja sama internasional tersebut. Workshop dibuka secara resmi oleh Dekan FUAD, Dr. Wahida Fitriani, S.Psi., MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menghadapi bencana membutuhkan kebersamaan, sinergi antarlembaga, serta pendekatan penanganan yang lebih terstruktur. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi pondasi bagi langkah-langkah praktis dalam memperkuat ketangguhan masyarakat.

Melalui pendekatan collaborative problem solving, peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dilibatkan dalam proses analisis, diskusi kelompok, dan penyusunan solusi konkret terkait kesiapsiagaan bencana. Interaksi intensif selama kegiatan memungkinkan peserta untuk saling bertukar pengalaman, menggali pengetahuan baru, dan merumuskan strategi bersama yang dapat diterapkan dalam situasi nyata.

Workshop ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antarperguruan tinggi, lembaga pemerintahan, dan komunitas internasional dapat menghadirkan pemikiran baru serta memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan pemahaman, tetapi juga mendorong langkah-langkah berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana dan peningkatan ketangguhan wilayah Sumatra Barat di masa yang akan datang.