Program Studi Perpustakaan dan Informasi Islam Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan Kuliah Umum (Generale Lecture) dengan tema “Information Literacy di Era GenAI & Mis/Disinformasi”, pada Rabu, 01 Oktober 2025 bertempat di Ruang Teater Gedung Kuliah Terpadu.

Acara ini menghadirkan narasumber Dr. Ida Farida, M.Lis., dosen Program Studi Ilmu Perpustakaan sekaligus Wakil Dekan I Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam paparannya, Dr. Ida menekankan bahwa hadirnya teknologi kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT, Bing AI, dan Perplexity telah mengubah cara mahasiswa dalam mencari, mengolah, dan menggunakan informasi akademik. AI mampu membantu brainstorming, menulis, menerjemahkan, hingga merangkum, tetapi pemanfaatannya harus dilandasi etika akademik, sikap kritis, dan kesadaran literasi informasi.
Beliau menjelaskan bahwa literasi digital tidak sekadar kemampuan teknis menggunakan perangkat, tetapi juga mencakup keterampilan untuk mengakses, mengevaluasi, mengintegrasikan, dan menciptakan informasi secara bertanggung jawab. Dalam konteks mahasiswa humaniora, AI dapat mempercepat proses belajar, tetapi juga berisiko menumbuhkan budaya instan jika tidak dibarengi dengan keterampilan berpikir kritis. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami potensi plagiarisme, bias informasi, dan pentingnya melakukan verifikasi terhadap sumber yang direkomendasikan AI.

Kuliah umum ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Perpustakaan dan Informasi Islam, M. Fadhli, M.IP, yang juga bertindak sebagai moderator. Dalam sambutannya, Kaprodi menegaskan bahwa literasi informasi merupakan keterampilan utama yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersikap kritis, selektif, dan bijak dalam mengelola informasi di era GenAI.
Selain memberikan pencerahan akademik, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk menjalin kerja sama antara Program Studi Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kerja sama ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk melaksanakan program magang dan praktik lapangan, sehingga mereka dapat memperoleh pengalaman nyata dalam pengelolaan perpustakaan modern serta pelatihan literasi digital berbasis AI.
Kuliah umum ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Informasi Islam FUAD UIN Mahmud Yunus Batusangkar dengan penuh antusias. Diskusi interaktif berlangsung hangat, di mana mahasiswa aktif bertanya mengenai strategi verifikasi informasi, cara menggunakan AI secara etis, hingga peran pustakawan dalam memberikan bimbingan literasi digital di era disrupsi teknologi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mendapatkan bekal keterampilan digital literacy yang terukur sesuai standar UNESCO. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk menjadi agen literasi yang mampu menghadapi arus misinformasi dan disinformasi dengan berpikir kritis, etis, dan bertanggung jawab.