Batusangkar — Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Literasi Trauma Healing di Jorong Piliang, Nagari Limo Kaum, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Konsorsium Perpustakaan yang berlangsung selama tujuh hari dan berfokus pada pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana alam galodo dan lahar dingin Gunung Marapi.

Ketua kegiatan, Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom, menjelaskan bahwa program ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada masyarakat dalam mengelola trauma pascabencana melalui pendekatan literasi dan informasi yang relevan. “Harapannya, masyarakat tidak merasa takut atau cemas berlebihan, serta mampu bangkit kembali,”ujarnya.

Tim PKM beranggotakan delapan orang: Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom., Muhammad Fadhli, M.P., Sri Wahyuni, M.IP., Dodi Nofri Yoliadi, M.Kom., Salsabila Amora, Bunga Fedra Refandi, Kasri Gunawan, dan Intan Khairatunnisa. Kegiatan diawali dengan survei lapangan dan FGD bersama Wali Nagari Limo Kaum pada Sabtu (6/7/2024).

Kegiatan perdana pada Minggu (7/7/2024) diisi dengan mendongeng bersama anak-anak Jorong Piliang. Cerita yang dibawakan TIM PKM mendapat sambutan antusias, bahkan anak-anak juga diberi kesempatan bercerita di depan teman-temannya. Setelah itu, dilakukan pengambilan makna dari setiap cerita yang dibacakan, baik oleh tim maupun anak-anak.

Memasuki hari keempat, Minggu (14/7/2024), dilaksanakan seminar dan pemberian motivasi kepada anak-anak terdampak bencana. Materi yang disampaikan TIM PKM menekankan pentingnya literasi sejak dini dan membangun semangat untuk tetap optimis pasca bencana. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan, menumbuhkan semangat belajar, serta mengurangi dampak psikologis yang ditimbulkan oleh bencana.

Program ditutup pada Sabtu (10/8/2024) dengan suasana penuh kehangatan. Tim berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan inovasi program yang lebih bervariasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.