Bandung, 3 Oktober 2024 — Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam (IPII) UIN Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan kuliah tamu di Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan mengangkat tema “Disaster Preparedness Plan (DPP) di Perpustakaan.” Kegiatan ini merupakan bagian dari kerja sama antarprodi dalam penguatan akademik dan pengembangan keilmuan.
Kuliah tamu menghadirkan dua dosen IPII sebagai narasumber, yaitu Sri Wahyuni, M.IP dan Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom. Keduanya memberikan pemahaman mendalam tentang urgensi kesiapsiagaan bencana bagi perpustakaan, baik dari sisi manajemen risiko maupun pemanfaatan teknologi informasi.

Pada sesi pemaparan, Sri Wahyuni, M.IP menekankan pentingnya setiap perpustakaan memiliki Disaster Preparedness Plan (DPP) yang komprehensif. Mulai dari penilaian risiko bangunan, identifikasi potensi bahaya, hingga pelatihan rutin bagi pustakawan sebagai garda depan penyelamat koleksi.
“Mahasiswa sebagai calon pustakawan harus memahami manajemen bencana agar mampu melindungi aset intelektual dari ancaman kerusakan,” tegasnya.
Sementara itu, Rika Jufriazia Manita, M.I.Kom menggarisbawahi peran teknologi dalam proses pemulihan pascabencana. Ia mencontohkan pentingnya digitalisasi arsip dan penggunaan sistem berbasis cloud untuk memastikan data koleksi tetap aman meskipun koleksi fisik terdampak.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara Prodi IPII UIN Mahmud Yunus Batusangkar dan Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kerja sama tersebut meliputi penguatan akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan tingginya antusiasme mahasiswa. Berbagai pertanyaan mencakup langkah konkret penyusunan DPP bagi perpustakaan kecil hingga strategi pemanfaatan teknologi dalam penyelamatan koleksi.
Melalui kegiatan ini, IPII UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu perpustakaan yang adaptif dan responsif terhadap tantangan kebencanaan. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat diaplikasikan mahasiswa di dunia kerja dan mendorong terciptanya perpustakaan yang tangguh dan berkelanjutan.